Cara Cerdas Menyikapi Hoax di Internet

Cara Cerdas Menyikapi Hoax di Internet

AyiedNet - Hoax adalah berita palsu atau usaha untuk menipu pembaca atau pendengar untuk mempercayai sesuatu. Sebenarnya Hoax sudah ada pada jaman dulu, namun hanya di era digital ini berita palsu yang disebut dengan Hoax menjadi sangat viral dan trend. Hal ini dikarenakan pertumbuhan penetrasi smartphone dan media sosial yang tidak diimbangi literasi digital menyebabkan Hoax sangat merajalela.

Maka dari itu, kita sebagai Netizen sebaiknya cerdas dalam menyikapi Hoax atau berita palsu ini dengan tidak ikut menyebar luaskan dan berkomentar yang akan membuat suasana menjadi lebih buruk.

Tujuan Berita Hoax

Menjatuhkan Lawan
Tujuan yang pertama adalah untuk menjatuhkan orang yang dianggap lawan (tanda kutip). mungkin hal ini biasanya ditemukan di dunia politik. namun juga bisa ditemukan dalam sebuah persaingan bisnis dan sebagainya. Dengan membuat berita hoax tentang si "dia". hal ini diharapkan citra baik dari orang tersebut luntur yang mengakibatkan kepercayaan orang lain berkurang kepadanya.

Ingin Populer
Tidak sedikit tujuan pembuat Hoax adalah ingin populer dan terkenal. membuat berita palsu dengan tujuan agar dapat di lihat dan diperhatikan oleh orang banyak. ingin mendapat pengakuan dan mendapatkan citra yang baik dari semua orang yang melihatnya.

Meraup Keuntungan
Dengan membuat Hoax atau berita palsu maka pemilik situs akan meraup keuntungan karena situs yang mereka miliki akan menjadi viral dan banyak di kunjungi Netizen yang termakan dengan Hoax tersebut.

Cara Menghindari Hoax

1. Hati-hati dengan judul provokatif

Berita Hoax seringkali memiliki judul yang sensasional dan provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa dicomot dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat Hoax.

Karena itu, apabila menjumpai berita denga judul provokatif, sebaiknya cari referensi berupa berita serupa dari situs online resmi, kemudian bandingkan isinya, apakah sama atau berbeda. Dengan begini, setidaknya pembaca bisa memperoleh kesimpulan yang lebih berimbang.

2. Cermati alamat situs

Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi, misalnya menggunakan domain gratisan, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3. Periksa fakta

Dari mana berita berasal? Siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan langsung percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat. Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.

Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Cek keaslian foto

Di era teknologi digital, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

5. Ikut serta grup diskusi anti-hoax

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

6. Sebaiknya bersikap netral terhadap sebuah berita

Sekarang ini tangan lebih cerewet di media masa, kadang saat ada yang merasa kurang suka terhadap seseorang lalu membuat tulisan hanya berdasar asumsi yang tidak teruji kebenarannya. Dan lagi pembaca yang berasal dari golongan yang merasa pendapatnya sama juga kurang hati hati dalam membagikan informasi apa yang diperolehnya tanpa tau informasi itu sebenarnya berasal dari mana. Jadi sebaiknya netral saja terhadap sebuah informasi atau berita.

7. Kritis dan Cuek

Bersikap kritis ketika mendapatkan sebuah berita akan menjadi perlindungan yang efektif untuk kamu terhindar dari Hoax. Cerdaslah dalam menyaring informasi mana yang berguna dan mana informasi yang tidak membawa manfaat untuk kamu.

Terkadang bersikap sedikit cuek dalam menyikapi sebuah informasi yang kita terima bisa membuat kita berfikir lebih rasional. Kenapa? karena kadang kita tidak bisa bersikap objektif terhadap sesuatu yang kita suka. Misal kita dapat berita A yang isinya sesuai dengan apa yang kita suka jadi kita percaya, padahal belum tentu berita tersebut benar. Begitu juga sebaliknya.



Kesimpulan

  • Berita hoax sangat berbahaya dan juga merugikan bagi kita semua. Jadi sebaiknya berhati hati dalam mempercayai sebuah berita.
  • Jangan terlalu mudah percaya pada berita karena bisa jadi berita yang kita baca tersebut adalah berita yang hanya karangan yang dibuat seseorang demi keuntungan pribadi orang atau golongan tertentu.
  • Jangan mau di adu domba dan di pecah bela oleh pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan semata.

Cara Melaporkan Hoax

Apabila kamu menjumpai informasi Hoax, bagaimana cara mencegahnya supaya tidak merugikan orang banyak? Pengguna internet bisa melaporkan Hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Untuk Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Pengguna internet dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.

Cerdas lah dalam menyikapi Hoax atau berita palsu. Salam

Dapatkan Artikel Terbaru Melalui Email

0 Response to "Cara Cerdas Menyikapi Hoax di Internet"

Post a Comment

IBX584BE24776495