Mengejutkan! Memanfaatkan Hutan Ternyata Bisa Dilakukan Secara Non-Deforestasi Dengan HCS Aproach Toolkit Versi 2.0

High Carbon Stock Approach Toolkit Versi 2.0
Sumber Foto: Youtube High Carbon Stock Approach Toolkit Versi 2.0
AyiedNet - Sebagai makhluk sosial, manusia tentu membutuhkan sejumlah hal untuk menunjang kehidupannya. Dalam hal ini, manusia tidak hanya memerlukan orang lain tetapi juga membutuhkan peran hutan. Hutan berfungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon, pencegah banjir, habitat alami beraneka satwa dan masih banyak manfaat lainnya yang akan selalu dibutuhkan demi kelangsungan hidup manusia.

Namun, hal pertama yang ada di pikiran kamu saat pertama kali mendengar kata “hutan” mungkin bukanlah manfaatnya, melainkan kerusakannya. Ya, hutan masih saja mengalami “penjajahan”. Banyak pihak yang memanfaatkan hutan tanpa aturan. Mereka melakukan deforestasi demi membangun perkebunan dan hal-hal lain yang menguntungkan.

Lalu dengan cara apa lagi kita bisa memanfaatkan hutan dan lahan selain dengan melakukan deforestasi? Tentu saja ada cara lain yang bisa membantu semua pihak yakni dengan menggunakan HCS Approach Toolkit yang menawarkan metodologi non-deforestasi. Bagaimana sih maksudnya? Coba simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Non-Deforestasi?

Setiap individu yang ikut merasakan manfaat dari hutan wajib turut serta dalam menjaga kelestarian hutan. Kamu pun perlu mengetahui istilah deforestasi. Tanpa bertele-tele, deforestasi bisa dikatakan sebagai kegiatan penebangan hutan yang lahannya dialihfungsikan untuk penggunaan lain.

Secara sederhana, deforestasi adalah konversi hutan menjadi non hutan. Sedangkan non-deforestasi berarti kebalikannya yakni pemanfaatan hutan dan lahan tanpa membuatnya menjadi non hutan alias tanpa merusaknya. Metode cerdas inilah yang diusung oleh HCS Approach.

Apa Itu HCS Approach Toolkit Versi 2.0?
High Carbon Stock Approach Toolkit Versi 2.0
Sumber Foto: Twitter High Carbon Stock Approach Toolkit Versi 2.0
HCS Approach yang merupakan singkatan dari High Carbon Stock Approach ini diselenggarakan oleh HCS Approach Steering Group. Dilansir dari official site HCS Approach Steering Group, HCS Approach merupakan sebuah metodologi atau metode yang bertujuan untuk mengemukakan pendekatan yang praktis, transparan, kuat dan dapat dipercaya secara luas untuk menghentikan deforestasi di daerah tropis  seperti halnya di Indonesia. Metodologi ini telah terbukti secara ilmiah.

Sedangkan HCS Approach Toolkit Versi 2.0 merupakan nama dari metode pemanfaatan hutan dengan cara non-deforestasi itu sendiri yang dirilis oleh pihak HCS Approach Streering Group. Versi 1.0 dari metode ini sebenarnya sudah ada dan rilis sejak tahun 2015. Namun, metode tersebut dianggap masih perlu penyempurnaan sehingga dirilislah versi 2.0 pada tanggal 03 Mei lalu.



Grant Rosoman selaku Co-Chair HCS Approach Steering Group mengatakan bahwa deforestasi atau bisa dikatakan pembabatan hutan alam yang dibiarkan terjadi hanya demi perkebunan sudah terkesan kuno karena pihaknya telah menyajikan sebuah toolkit dengan metodologi yang memberikan panduan teknis dan praktis demi melindungi hutan alam tropis.

Bagaimana Cara Kerja HCS Approach Toolkit Versi 2.0?


High Carbon Stock Approach Toolkit Versi 2.0
Stratifikasi Hutan, Sumber Foto: Twitter HCSA
Setelah mengetahui pengertian dan fungsi dari metodologi ini, Kamu pasti mulai bertanya-tanya mengenai cara kerjanya atau cara memakainya. HCS Approach Toolkit Versi 2.0 ini akan bekerja dengan cara membedakan hutan berdasarkan nilai karbonnya serta keanekaragaman hayati yang bisa dikembangkan.

Singkatnya, metodologi ini akan menentukan sebuah wilayah di sebuah hutan yang lebih diprioritaskan dibandingkan dengan daerah atau hutan lainnya. Hal ini ditentukan dengan serangkaian cara seperti pengklasifikasian hutan, apakah hutan itu termasuk High Density Forest, Medium Density Forest, Low Density Forest atau masih Young Regenerating Forest.

Metodologi ini juga akan menentukan prioritas pengelolaan wilayah berdasarkan luas wilayah dimana hutan yang lebih luas akan lebih diprioritaskan. Menganalisi risiko pun tidak luput dari keunggulan metode ini.

Ada 7 buah module yang disajikan dari metodologi versi 2.0 ini. Module pertama berisikan pendahuluan dan kesimpulan mengenai HCS Approach yang dijamin akan membuat siapa saja mengerti betul akan metodologi ini. Module ini kemudian diteruskan sampai dengan module 7 yang berjudul “Assuring the Quality of HCS Assessments”. Tujuh buah modul ini dalam sementara waktu hanya tersedia dalam bahasa Inggris namun module dalam bahasa-bahasa lain akan segera dirilis.

HCS Approach Steering Group pun membuka diri untuk memandu Kamu jika Kamu mempunyai sejumlah pertanyaan. Mereka bisa dihubungi melalui Twitter di @Highcarbonstock, Kamu juga bisa menonton video di Youtube High Carbon Stock Approach.

                   

Siapa Saja yang Bisa Menggunakan HCS Approach Toolkit Versi 2.0?

Metodologi ini bisa digunakan untuk siapa saja terutama yang berkepentingan dan berurusan dengan masalah pengolahan lahan hutan tropis. Toolkit ini bukan hanya bisa digunakan oleh perusahaan-perusahaan, institusi atau praktisi teknis tetapi juga dapat sangat bermanfaat bagi petani kecil.

Dari pembahasan di atas, Kamu pasti menyadari bahwa kita sebenarnya tidak bisa lepas dari manfaat hutan dan hutan tentu bisa dimanfaatkan dengan maksimal tanpa harus merusaknya. Ingat bahwa sumber daya alam yang kaya harus dikelola dengan sumber daya manusia yang kaya pula.

So, dengan menggunakan HCS Approach Toolkit Versi 2.0 maka tidak akan pernah ada dalih untuk merusak hutan karena solusinya telah ada di depan mata. Kamu hanya perlu menyadarinya. Sayangi hutan dan hutan pun akan melindungi Kamu!

Dapatkan Artikel Terbaru Melalui Email

4 Responses to "Mengejutkan! Memanfaatkan Hutan Ternyata Bisa Dilakukan Secara Non-Deforestasi Dengan HCS Aproach Toolkit Versi 2.0"

  1. saya kira tadi semacam produk apa githu, rupanya metode ya om

    ReplyDelete
  2. Betul sekali gan, dengan metode yang di miliki HCS Aproach Toolkit Versi 2.0 tidak ada alasan lagi untuk merusak hutan, karena solusi nya sudah ada di depan mata :)

    ReplyDelete
  3. Bener banget, sepertinya HCSA bisa melihat peluang ini. Dengan memanfaatkan hutan namun tetap melindungi dan menjaga kelestariannya. Semoga banyak pihak yang ikut serta turut membantu dalam melestarikan hutan kita yang makin ke sini semakin punah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. Iya mba, Saya sendiri menyaksikan sendiri bagaimana hancurnya hutan kalimantan, terutama kalimantan selatan karena tempat tinggal saya sendiri.

      Yang lebih parahnya, banyak hutan sekarang ini hanya menjadi lubang-lubang bekas galian tambang batubara yang di tinggalkan begitu saja tanpa ada nya usaha reklamasi.

      Melalui HCSA semoga semakin banyak yang sadar akan pentingnya hutan untuk kehidupan yang lebih baik.

      Delete

IBX584BE24776495