Kisah Pejuang Aksara Dipelosok Desa Tumbang Baraoi, Kalimantan Tengah

Anak-Anak Taman Baca Baraoi

Tidak setiap orang bisa membaca, maka beruntunglah orang-orang yang bisa membaca…
Tidak setiap orang yang bisa membaca bisa menulis, maka beruntunglah orang-orang yang bisa membaca dan menulis…

Muhammad Jumani mungkin adalah salah satu orang yang beruntung itu karena bisa mendapatkan pendidikan yang layak hingga perguruan tinggi. Ia menyadari benar akan hal ini, karena tidak semua teman-temannya bisa sekolah dan menamatkan kuliah seperti dirinya. Pria kelahiran 22 Februari 1985 ini pada mulanya seperti kebanyakan pemuda lainnya, yang hidup di perkotaan dengan segala kemudahan dan fasilitas yang bisa dinikmati. Namun, takdir Tuhan membawa ia ke sebuah desa di pelosok Kalimantan Tengah bernama Desa Tumbang Baraoi kecamatan Petak Malai Kabupaten Katingan. Sebagai seorang lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Biologi, sudah pasti dunia kerjanya tidak jauh-jauh dari hal mengajar. Tapi, tidak pernah terbayangkan sebelumnya, ia akan mengajar di daerah yang jauh serta minim fasilitas. Segala kemudahan yang selama ini ia nikmati, mau tidak mau harus ditinggalkan untuk sementara waktu.

Muhammad Jumani Ketika Hendak Berangkat ke Taman Baca Baraoi

Tepatnya pada tahun 2014, ia mendapat tugas sebagai tenaga pengajar di SMAN 1 Petak Malai. Ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi ketika bekerja dan tinggal di desa Tumbang Baraoi, seperti akses jalan yang masih jauh dari kata layak untuk sebuah jalan kecamatan, minimnya listrik, tidak adanya sinyal telepon seluler yang dapat memudahkan komunikasi, perbedaan budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Namun, diantara itu semua, ada satu hal yang membuat miris hati Jumani yaitu rendahnya minat baca anak-anak setempat. Hal ini bukan tanpa sebab, melainkan karena memang tidak ada sarana yang memfasilitasi untuk mereka bisa belajar dan membaca dengan layak, seperti ketersediaan buku, tempat belajar dan tenaga pendidik. Dengan alasan ini pula, Jumani bertekad ingin mendirikan Taman Baca Tumbang Baraoi.

Tidak ada yang mudah saat memulai sebuah ide, apalagi di tengah persepsi masyarakat setempat yang mengira apa yang dilakukan Jumani hanya sekedar untuk kepentingan  pribadi. Pernah suatu kali, proposal kegiatan yang diajukan Jumani ditolak. Namun ia tidak patah semangat. Belum lagi dana yang harus dikeluarkan untuk kegiatan Taman Baca Tumbang Baraoi ini, awal kegiatan masih belum banyak orang yang tertarik untuk bergabung dengan Jumani, otomatis untuk berjalannya kegiatan, tidak jarang Jumani harus rela mengeluarkan dana pribadi. Semua dilakukannya semata-mata hanya untuk membuat anak-anak Desa Tumbang Baraoi dan sekitarnya mendapatkan ilmu dan wawasan yang luas lewat buku, selain itu tentu saja agar minat baca anak-anak kembali tumbuh.

Anak-Anak di dampingi orang tua nya serius membaca

Sejak tahun 2014 hingga kini 2019, kurang lebih sudah 5 tahun Taman Baca Tumbang Baraoi berdiri. Banyak kegiatan yang dilakukan Jumani bersama tim untuk terus menjaga semangat membaca dan kegiatan literasi di bumi Katingan. Selain pengadaan buku bacaan berkualitas, ia bersama tim juga turut mengembangkan kegiatan lainnya seperti pelatihan usaha dan penggunaan komputer dasar, taman baca keliling dan rencana terbaru yang akan dilaksanakan untuk memperingati HUT RI yang ke 74 sekaligus merayakan 5 tahun berdirinya Taman Baca Tumbang Baraoi yaitu dengan mengadakan Kemah Literasi. Sebuah kegiatan layaknya kemah namun diisi dengan kegiatan bakti sosial dan literasi. Rencananya kegiatan ini akan diikuti oleh anak-anak dari 7 desa dan 1 dusun yang ada di kecamatan Petak Malai. Beberapa kegiatan yang diadakan selama Kemah Literasi adalah aneka lomba, tanam pohon dan tentu saja pemberian hadiah dan penghargaan bagi pemenang lomba. Untuk mewujudkan acara ini, Jumani bersama tim masih memerlukan bantuan dan donasi, oleh karena itu pihaknya sangat berharap keringanan hati para donator untuk menyisihkan sedikit uang demi berjalannya kegiatan Kemah Literasi. Mengenai info kegiatan dan cara penyaluran donasi dapat dilihat pada www.kitabisa.com/kemahliterasi.

Kemah Bakti Literasi di Pedalaman Kalimantan Tengah

Membaca kisah perjuangan Jumani dan para relawan dalam memperjuangkan berdirinya Taman Baca Tumbang Baraoi serta kegiatan literasi lainnya, membuat saya semakin mengerti betapa sebuah buku dapat merubah hidup seseorang. Anak-anak desa Tumbang Baraoi dan sekitarnya yang dulu hanya bercita-cita sebatas tukang kayu, supir truk atau penambang emas, kini impian mereka seakan melambung tinggi dengan beragamnya cita-cita yang ingin mereka gapai. Ada yang ingin menjadi dokter, guru, dosen, insinyur, polisi, TNI bahkan anggota dewan. Sebuah cita-cita yang dulunya tidak pernah mereka pikirkan.

Buku tidak hanya membuat wawasan mereka menjadi luas, ilmu pengetahuan mereka bertambah, tetapi juga mampu melambungkan mimpi-mimpi mereka. Buku seperti sebuah jendela dunia, kamu bisa melihat berbagai belahan dunia tanpa harus mengunjunginya. Jika kamu belum mampu untuk menghasilkan sebuah karya berupa buku, paling tidak jadilah penyumbang buku untuk mereka yang membutuhkan atau jika masih berat untuk berbagi lewat buku, minimal cintailah buku dengan membacanya.

Salam literasi!!!

0 Response to "Kisah Pejuang Aksara Dipelosok Desa Tumbang Baraoi, Kalimantan Tengah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel