7WxW0BwfuKmx1EPBJmqUIT8xLtYZA4d5uEbC5S5P

Berikut Ini Cara Untuk Stimulasi Anak Agar Cerdas Sesuai Usia

Umumnya masa tumbuh kembang anak akan dimulai sejak 1000 hari pertama setelah kelahiran. Dengan usia yang di bawah 5 tahun atau masih balita disebut sebagai Golden Age Period. Maka sekitar 95% perkembangan otak pada anak akan terbentuk saat usia tersebut, dan setelahnya akan mengalami perlambatan perkembangan otak, sehingga perlu segera dioptimalkan dan lakukan stimulasi anak.

Sebenarnya prinsip untuk optimalisasi perkembangan anak sebaiknya dilakukan berdasarkan jenjang usia yang ditempuh oleh anak agar bisa disesuaikan dengan perkembangan yang sudah terjadi pada tubuh anak itu sendiri dan mendapatkan kecerdasaan yang memang seharusnya dikembangkan oleh anak tersebut.

Cara Untuk Stimulasi Anak Agar Cerdas

Supaya para orang tua dapat membantu anak melewati fase-fase tumbuh kembangnya, maka simak pernyataan berikut ini cara untuk stimulasi anak agar cerdas sesuai usia. 

1. Fase golden periode usia 1000 hari pertama - 2 tahun

Cara menstimulasi usia anak pada fase golden period yaitu bisa dengan menyediakan mainan khusus untuk anak yang berusia kurang dari 2 tahun dan pilihan dalam bermain sebaiknya dilakukan dengan cara memperhatikan pengembangan 8 kecerdasan anak supaya pada saat di usia yang dini pun anak sudah mulai terlatih dan mempunyai pokok fondasi yang kuat agar dapat melanjutkan perkembangan ke fase berikutnya.

Nah, 8 kecerdasan anak itu yakni kecerdasan visual spasial, kecerdasan logika-matematika, kecerdasan linguistik serta kecerdasan kinestetik. Nah, ada juga kecerdasan naturalis, kecerdasan intrapersonal dan kecerdasan interpersonal.

2. Fase awal kanak-kanak usia 2-6 tahun

Dalam segi stimulasi kecerdasan visual spasial, para orang tua dapat mengajak anak untuk membuat prakarya, berjalan-jalan, mengajarkan dan mengenalkan anak pada peran serta batasan peran dari orang-orang yang ada di sekitarnya.

Setelah itu, stimulasi kecerdasan logika pada anak biasanya dengan cara mengajarkan aturan, mengenalkan cara berhitung, berdiskusi serta tak tertinggal penjelasan sebab akibatnya.

Untuk stimulasi kecerdasan bidang bahasa, maka perlu banyak memberi kesempatan bagi anak untuk berdiskusi, bercerita dan berkomunikasi, serta memberi kesempatan bagi anak untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.

Kemudian beralih pada stimulasi kecerdasan kinestetik yang dapat dilakukan dengan mengajarkan menari, olahraga, mengajak anak untuk selalu disiplin, menunggu, bersabar. Serta stimulasi kecerdasan musik yang harus dihadirkan yakni dengan mengajak bernyanyi, memperdengarkan lagu, dan tak lupa untuk mengajarkan anak bermain alat musik.

Untuk dapat menstimulasi kecerdasan intrapersonal dan interpersonal anak, maka orang tua harus mengajarkan dalam hal mengontrol emosi, kemandirian dan juga membiasakan anak untuk berinteraksi dengan orang lain.

Nah, yang terakhir untuk mengembangkan kecerdasan naturalis anak, maka perlu mengajak anak pergi ke kebun binatang, pantai, pegunungan, serta bermain di lingkungan yang terbuka lainnya, atau para orang tua bisa juga melatih anak agar dapat menjaga kebersihan lingkungan.

3. Fase kanak-kanak menengah Usia 6 - 9 tahun

Fase ini adalah pertama kali anak akan dididik di luar lingkungan keluarga agar dapat melatih kemampuan dalam membedakan hal yang baik dan buruk. Anak yang telah masuk ke dalam kategori usia sekolah maka anak tersebut tentunya akan mendapatkan pendidikan dari keluarga pada usia sebelumnya maupun pendidikan dari sekolah.

Setelah itu, para orang tua harus mempersiapkan anaknya untuk menerima informasi dan ilmu yang baru didapatkannya dari lingkungan luar seperti bersekolah dengan lebih baik lagi. Karena peran utama para orang tua adalah mengawasi informasi yang diutarakan anak dari luar, serta mengawasi setiap perkembangan anak dan pastikan selalu mengarahkan anak agar dapat membedakan hal yang baik dan buruk untuknya.

4. Fase akhir kanak-kanak usia 9-12 tahun

Pada masa perkembangan kecerdasan anak ini yang disertai dengan kemampuan konsentrasi yang meningkat, kesiapan mempelajari konsep belajar, keinginan untuk memahami fenomena alam, dapat memperhatikan perbedaan individu dan kemampuan dalam hal koreksi, serta kecenderungan akan mencapai kedewasaan dengan contoh orang-orang di sekitarnya.

Nah, itulah cara untuk stimulasi anak agar cerdas sesuai usia yang tertera di atas.
Related Posts
Ayied Muhammad Riduan
Saya mengelola beberapa website/blog dengan berbagai niche yang terbuka untuk segala bentuk kerjasama. Kunjungi 𝗦𝗮𝘁𝘂𝗶𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹.𝗶𝗱 atau di No Telepon/WA 𝟬𝟴𝟮𝟭𝟱𝟰𝟮𝟵𝟱𝟱𝟱𝟳 untuk detail informasi layanan jasa lainnya.
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

: